Aku Lulus SNMPTN 2018
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh...
"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah tenang dan sabar." - Umar bin Khatab
Bagi para peseragam putih abu-abu khususnya peserta SNMPTN siapa yang tak mendambakan bisa diterima dalam jalur seleksi PTN yang paling diimpikan itu. Karena hanya orang beruntung yang bisa meraihnya kan. So aku mau share pengalamanku. Hopefully bisa bermanfaat untuk kalian readers. But, coz on my description and bio there are nothing about me. So, let me introduce myself. Nama lengkapku Siti Ajeng Hikhmawati Darmawan. Anak ke-4 dari 4 bersaudara. Yap, aku anak bungsu. Lahir di sebuah daerah kecil bernama Sumedang. Bapakku seorang usahawan tembakau dan kemudian bangkrut karena masalah beacukai usahanya melonjak dan juga sakit keras. Dicerita ini tentunya aku bahas soal pendidikanku di mana aku pernah merasakan euforia saat menerima putusan diterima SNMPTN 2018. So cheCk it out!
First, yayasan Taman Kanak-kanak Al-Misbach merupakan titik mula aku mengenal dunia pendidikan, 2005. You knowlaa belajar hitung, baca, salat dan lain sebagainya. Dulu masa TK aku tipikal anak pendiam dan pemalu. Tapi jangan salah! Karena dulu aku cantik dan imut (hahaha mulai dah over-nya) ramai orang mau berkawan dengan aku. Guru favoritku saat itu adalah ibu Siti. Coz what? She was a pretty woman I ever met, she was kind, she teached us softly and patiently and I love her. May Allah always blessing her, wherever she is. Aamiin. Tentunya yang paling unforgettable adalah sahabat kecilku, Kaka Dia. The clever and cutest friend ever. Setiap tempat, sekolah atau di manapun kita berada pasti dan gak akan pernah terlewatkan gelaran si pintar, si cantik, si centil, si ganteng dll. Dan beruntungnya aku masa itu bisa bersahabat dengan si pintar dan si cantik di TK-ku. Hehehe. Sekarang ntah apa kabarnya..semoga kaka Dia selalu dalam keadaan baik. Aamiin..meskipun kawanku pintar2 aku lain dari mereka yang suka bolos karena ikut mamah dan bapak dagang ke luar kota. Padahal sekolahku tepat berada dibelakang rumah ga perlu diantar-jemput pun boleh. Tapi rasa malas sekolah dan lebih ingin dekat orangtua lebih menggebu daripada belajar senang ria dengan teman2. (perlahan kalian kenal sifatku kan).
1. Wisuda TK Al-Misbach (2006)
Second, Sekolah Dasar Negeri Tanjungsari 1 (SDN Tanjungsari 1) adalah the next step of my education. Gara-gara pas TK jarang sekolah hasilnya masuk SD aku belum bisa menghitung (operasi bilangan kalibataku. Oh my oh my! Mamah tentunya marah padaku. Katanya dulu selalu dalam ingatanku "maenya ngitung kieu wae teu bisa!? Euh rupa belet tapi bodo" (artinya: masa hitung gini aja gak bisa!? Dasar anak 'pinter'. Wkwkwk) padahal saat itu guru SD kasih PR matematika penjumlahan doang hahaha. Pokoknya masa SD paling golden memories banget deh. Mulai dari aku dilempar penghapus board sama wali kelas killer (kelas 1). Jadi anak tanpa suara alias malu ngomong sama orang (kelas 2) sampe orangtua dipanggil gara2 kalo setiap pelajaran yang berhubungan tampil di depan kelas, aku automatically jadi tuna rungu alias bisu. Cerita mistis sekolah yang bikin semangat sekolah dan banyak teman baru pindahan dari sekolah lain yang mengubah hidupku dari pendiam jadi pendengar kadang ikut cerita (kelas 3), jadi anak tomboy dan mendadak pinter bahasa indonesia (kelas 4), mendadak suka bahasa inggris dan masuk peringkat 10 besar (kelas 5), banyak konflik pertemanan sekaligus cinta monyet (kelas 6)...dari 6 tahun perjalanan waktuku saat itu, aku menemukan bebarapa sahabat. Salahsatu dari mereka masih ada komunikasi tapi tak seberapa sering. Dannnnnn...karena kebodo amatanku terhadap the next level alias sekolah tingkat lanjut..saat Ujian Nasional aku gagal mendapat nilai yang cukup untuk masuk sekolah favorite dikalangan masyarakat...so sad and Paboo!😢
2. Selesai belajar diskusi kelas V-C (2011)
Third, Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Tanjungsari (SMPN 2 Tanjungsari) adalah the next level yang aku pijak dulu. Sekolah ini sekolah fav ke-2 didaerahku. Ini secret yang sekarang udah ga jadi secret lagi dan semoga secret ini tidak kalian tiru dan mohon jadikan pelajara bagi kalian ya readers. Saat aku menggenggam nilai hasil ujian keputus asaan bukan hanya ada padaku. Mamah, bapak dan kakak2ku semua kecewa. Padahal aku udah belajar sebisa mungkin bahkan ikut les privat juga. Dan lagi si 'bodo amat' Ini menggeranyang dalam diriku. Selama masa libur itu aku hanya habiskan waktu nonton film Spongebob dan film kartun lainnya, makan kemudian tidur, tak peduli mau lanjut sekolah kah tidak (fiuhh). Akhirnya bapak turun tangan. Dia pergi ke sekolah itu dan berbincang dengan salahsatu pengelolah sekolah. Intinya aku masuk dengan cara menyogok. (Naudzubillah, ampuni dosa hamba yaaRabb) dan akhirnya aku lanjut sekolah. Di sekolah ini banyak perubahan pada diriku. Mulai dari aku yang culun dan bodo amat menjadi aku yang suka belajar. You know why? Hmm..it coz the power of Bucin, means Budak Cinta. Itulah keistimewaan cinta. Ia bisa merubah manusia bahkan dunia. Mawar yang berduri menjadi symbolic manis karena cinta. Cokelat yang pahit menjadi giung karena campuran susu cinta. Batu karang yang keras menjadi rapuh karena deburan ombak cinta (eakeakeak). Yang tadinya hanya peringkat 10 besar melompat jauh menuju bilangan 3 karena si pujaan hati minat gadis pandai otak cerdas. (uhuyyy) my first love. Hahahaduhayy. Tapi ini true story. Aku menyukai anak wali kelasku sendiri. Awalnya aku taruhan dengan teman sebangkuku untuk mendekati sebut saja "boy" haha bukan si boy dalam film catatan si boy yaa..berawal dari iseng jadi beneran seneng. Aku mengorek informasi tentang si boy sampe aku minta bantuan sama kakak kelasku sekaligus sahabatku teh Sita❤ dia sahabat terdabest pokoknya. Pendek cerita dengan bantuan teh Sita aku dekat dengan si boy. Aku banyak berubah karena boy. Aku semangat belajar, rajin mandi dan semangat mengikuti ekskul karena dia. Namun sayang..aku mengalami patah hati diusia terlalu dini. Dia punya tambatan hati sendiri dan perempuan yang dia suka jauh lebih baik dari aku. Huaaaaaaaakkk..saat itu emang nyesek banget. Dasar bucin! Tapi poin perubahan itu tidak berubah. Aku mulai suka belajar, ekskul, bersosial, pokoknya segala kegiatan positif deh. Di sekolah ini aku menemukan sahabat yang sampe kapanpun akan jadi sahabat selamanya. Silvi. I know..sekarang dia baik2 saja dan dirumahnya sedang mengalami krisis air. Masa SMP adalah masa bermulanya pendidikanku. Meski pada akhirnya aku gagal lagi untuk melangkah ke next level🙈😂 dah jangan tanya kenapa! Ini kejadiannya hampir sama kayak level sebelumnya-__- I've tried my best but the result still nothing. Dari sinila kenapa aku benci tempat di mana aku berada saat itu. I felt frust. I blamed all the things I want. I mad and I sad. Aku coba ujian mandiri tapi hasilnya pun tetap gagal."yaudahlaa masuk swasta aja" kalimat itu terlontar dari bibirku dengan suara bergetar tak tahan ingin menangis. Kukira mamah dan bapak akan marah lagi kayak dulu. Tapi saat itu bapak merangkulku dan menyuruhku membuat keputusan sendiri. Sweet kan..dengan berbagai pertimabangan dan perasaan kalut aku memutuskan untuk menghilang dari muka bumi Sumedang (eak) alias aku sekolah diluar kota masuk ke kampung. Wkwkwk. Yap, aku memutuskan untuk lanjut sekolah di kampung halaman mamah yang berada diujung selatan provinsi Jawa Barat.
3. Ujian Praktek Basa Sunda kelas IX-G (2015)
Fourth, Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sindangbarang adalah satu2nya SMA negeri yang berada di ujung selatan. Meskipun nan jauh dimato sekolah ini banyak prestasinya juga. Gurunya pun punya kredibilitas tinggi. Sekurang-kurangnya kami boleh bersaing dengan anak-anak kota. Bersekolah di sini adalah masa penyesalan tak terhingga atas waktu yang aku sia-siakan selama ini. Di sini aku banyak belajar yang pasti bukan belajar kurikuler wkwkwk. Aku juga mendapat sahabat hidup di sini. Mereka mengajakku lebih dekat dengan-Nya. Mula-mula bersekolah di sini aku tidak suka lingkungan sekitarku. Aku hanya fokus pada alat canggil bernama 'ponsel'. Bebarapa bulan pertama aku hanya berteman dengan Silvi, teman SMPku. Aku tidak mau berteman dengan teman kelasku. Mereka sombong, norak, pokoknya gak banget deh. (sorry itu dulu kok, sekarang I love u somay all) aku memang orang yang sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. Maka dari itu awal kemunculanku seringkali jadi bahan bullying orang2 rese'. Masa orientasi yang bisa dibilang seru bisa juga dibilang annoying. Serunya pas masa perkemahan dipedalaman desa yang luar biasa pemandangannya indah masyaaAllah. Annoying-nya ribet aja sama intruksi2 panitia. Coba bayangin deh! Kamu ada diantara gerombolan orang yang udah akrab dari lama dan kamu satu-satunya spesies berbeda diantara mereka. Yang lain punya teman chit-chat membahas cerita personalnya sedangkan kamu hanya bertemankan tembok (dinding) dingin dan kesepian. So pity. Tenang! Masa malangku di sekolah ini tidak lama. Semua lenyap setelah masa orientasi berakhir. Aku mulai mengenal beberapa teman. Gita, gadis yang berela hati membagi bangku kosong disebelahnya adalah orang pertama yang sudi berteman denganku. Dia baik, cantik dan mungil. Tubuhnya memang mungil, dia bilang memang sudah keturunan. Hehehe. Oh ya! Setelah masa orientasi semua siswa diberi kesempatan memilih ekstrakurikuler yang ingin diikuti. Sayangnya aku tak seberapa minat ikut kegiata yang ada. Aku pilih asal aja, English Learning Forum (ELF). Eh, Pramuka juga deng. Dikarenakan sekolah ini sekolah ter-favorit sejagat pesisir pantai Cianjur Selatan. Sebuah organisasi yang di dalamnya ada pasukan bala tentara eh maksudnya pasukan baris-berbaris alias PASKIBRA dimandatkan pihak kecamatan setempat untuk menjadi PASKIBRAKA Kecamatan Sindangbarang. So, thats why we are special. Eventhough, there are so many school want to be like us. Jadi gini, intinya sekolah mengadakan seleksi acak bagi siswa baru untuk diberi kesempatan join dengan pasukannya. Bagi sesiapa yang worth it dan beruntung. Mau tidak mau aku juga ikut seleksi dengan bekalan pengalaman ekskul paskibra di SMP selama -3tahun. Can you guess it? Jelas aku lulus (dah mulai lagi dah). Dari satuan manapun kalian berada yang namanya anak Paskib itu dah pasti famous. Setuju gak? So, pasti. Then, dari situlah aku famous. Ditambah lagi dengan terpilihnya aku jadi komandan pleton (danton). FYI : https://youtu.be/NnL3GKr9C5o . Dari hati paling dalam sama sekali bukan menyombongkan diri. Just wanna show the fact of me. Aku dari kampung dan ini aku. Just like that. Ok next. 3 tahun masa putih abuku memang sangat gila dan penuh ujian. Mulai jadi danton, wakil ketua OSIS, terpaksa jadi ketua OSIS, ikut berpolitik, ikut lomba tapi ga pernah menang. Ada deh satu juara harapan 3 monolog tingkat kabupaten dengan masa prepare 3 hari 2 malam. Itupun sudah lebih dari cukup menguras emosi. Kisah kasih di sekolah, belajar ngaji, nenekku meninggal, tinggal dirumah sendirian, pantai tempat bersantai, kemah dipantai, jadi cewek galak banyak lagi kenangan gila. Pelajaranku? Tentu aku suka belajar. Aku masuk jurusan MIPA dan aku tidak suka kesemua pelajaran MIPA. Aku rasa kan, aku salah jurusan. Hahaha. Bodo Amat!
4. Hari kelulusan SMAN 1 Sindangbarang (2018)
Last, aku lulus SNMPTN 2018. Wall plans and I. Lain dengan diriku yang dulu. Aku persiapkan bekal untuk menuju next level dengan beberapa rancangan. Semester 3 kulekatkan selembar karton putih yang ku jadikan wall plans kegiatanku sehari2 dan target capaianku. Semua perasaan bahagia, sedih, bimbang dan kalut kutuangkan dalam wall plans yang ada tak lupa notebook pun terisi penuh. Segala langkah aku jalani untuk bertahan ditempatku berada meski berbagai badai menerjang membawa pulang. Seringkali aku ingin pulang. Di manapun kita berada tanggungjawab adalah tanggungjawab. Menjadi seorang pengurus organisasi besar di sekolah mengharuskan tetap seimbang dengan pelajaran dikelas, sedangkan aku ini perempuan yang juga manja. Entah mimpi jadi apa aku sampe bisa berada dititik ini...ingat! Segala sesuatu ada sebab akibat dan tak ada yang kebetulan bukan? Sampai dipenghujung masa jabatan dan menuju pula penghujung masa putih abu aku bergegas meninjau ulang wall plansku yang ku impikan dan kudoakan agar jadi kenyataan. Setelah semua lepas. Aku dirangkul sahabatku. Sihar. Katakan yang aku ini belajar berhijrah. Aku mulai menggauli ilmu spiritual. Ini yang membuatku menyesal tak terhingga. Aku terlambat sadar. Aku mulai menjauhi teman2ku yang menurutku tidak sesuai. Bukankah hijrah itu berarti berpindah dari keburukan menuju kebaikan? Aku menggunakan alasan itu untuk menjauhi teman2ku yang hobi rumpi dan berbaur dengan anak cowok. (jangan dulu judge) so selain itu aku lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, salat wajib, salat sunnah, puasa, tadarus, menghafal suratul Ar-Rahman, ikut kajian online. Dengan nuansa ramadan keinginanku berhijrah semakin membuncah. Oh iya. Soal pendidikan, sebelum dan sesudah berbagai ujian sekolah terselesaikan aku dan teman2ku mendiskusikan soal langkah2 menuju next level dengan wakasek kurikulum kami. Meminta arahan mengikuti tes program SNMPTN maupun jalur lainnya. Diantara teman2ku, aku yang paling antusias mengenai hal ini bahkan aku sudah bertanya soalan yang sama sejak awal semeter 4 dulu. Aku benar2 merencanakannya dengan baik. Segala usaha yang baik harus diiringi doa yang rajin dan ikhlas. Betul tidak kawan2? Next, segala proses kujalani dengan teman2ku. Sempat terjadi tragedi di mana salahsatu temanku terlambat satu langkah yaitu verifikasi. Namun kita sama2 berdoa agar mendapat jalan terbaik. Finally all of us terdaftar sebagai peserta SNMPTN. Belum final sih...hahahaa..aku merasa ingin lebih rajin ibadah..karena sudah tidak ada kegiata disekolah akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke Sumedang. Lagi-lagi bapak sakit. Selama pulang aku bantu mamah mengurus bapak. Semua kulakukan atas dasar ibadah lillahi ta'alaa. Jujur kadang ti rasa penat karena setiap pulang ke rumah aku hanya jadi pengganti mamah untuk merawat bapak. Namun apa daya aku harus jadi anak yang berbakti. Kali ini bapak tidak dirawat dirumah sakit. Setidaknya aku sedikit bersantai dirumah. Selasa, 17/4/2018. Tepat pukul 18.45 aku mengakses link pengumuman.snmptn.ac.id kuasa ilahi dengan segala usaha dan doaku aku bersujud atas rasa syukurku. Aa (abang)ku yang menyaksikan pengumuman itu disampingku langsungku peluk erat. Hasilnya aku mendapat form hijau yang menyatakan aku lolos mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional 2018 dengan program studi kesehatan masyarakat di Universitas Islam Negeri Jakarta (UIN Syarif Hidayatullah). Allahu Akbar!
Karena tak percaya, ku cek ulang dilink https://news.detik.com/pdf/hasil-snmptn-2018 tepat pada halaman ke-688 barisan ke-38 terpampang namaku yang selengkap2nya. Tiada diksi mampu terlisankan selain kata syukur atas nikmat kebahagian ini yaaRabb..ini hal terindah yang aku dapatkan di tahun 2018. Dengan doa dan izinNya aku dapat menggapai destinasiku.
Tips lolos SNMPTN ala Syahida:
1. Tentukan tujuanmu, temui passionmu
2. Lihat indeks sekolah
3. Tentunya perkembangan nilai raport
4. Adakah alumni sekolah di Univ tujuanmu kalau ada bisa menambah poin,
5. Buat ancang-ancang target terdekat
6. Buat beberapa plan masa depanmu
7. Lakukan apa yang kamu rancang, perlahan saja
8. Dari ke-7 langkah iringi ibadah yang ikhlas dan mintalah kemudahan pada Tuhan.
9. JANGAN RAGU!
Btw, sekarang ini aku bekerja disalahsatu pabrik di negara jiran (pasti taulaa di mana😁). It means, saat itu aku tidak diberi kesempatan untuk kuliah. Alah...intinya gw gak ambil kelulusan SNMPTN yang udah gw dapetin. Please, dont judge! Semua ada alasan😉 mau tau alasannya? Pantengin terus my blog okay👌
"Aku tidak tahu dimana ujung perjalanan ini, aku tidak bisa menjanjikan apapun. Tapi, selama aku mampu, mimpi-mimpi kita adalah prioritas." - Fiersa Besari
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah tenang dan sabar." - Umar bin Khatab
Bagi para peseragam putih abu-abu khususnya peserta SNMPTN siapa yang tak mendambakan bisa diterima dalam jalur seleksi PTN yang paling diimpikan itu. Karena hanya orang beruntung yang bisa meraihnya kan. So aku mau share pengalamanku. Hopefully bisa bermanfaat untuk kalian readers. But, coz on my description and bio there are nothing about me. So, let me introduce myself. Nama lengkapku Siti Ajeng Hikhmawati Darmawan. Anak ke-4 dari 4 bersaudara. Yap, aku anak bungsu. Lahir di sebuah daerah kecil bernama Sumedang. Bapakku seorang usahawan tembakau dan kemudian bangkrut karena masalah beacukai usahanya melonjak dan juga sakit keras. Dicerita ini tentunya aku bahas soal pendidikanku di mana aku pernah merasakan euforia saat menerima putusan diterima SNMPTN 2018. So cheCk it out!
First, yayasan Taman Kanak-kanak Al-Misbach merupakan titik mula aku mengenal dunia pendidikan, 2005. You knowlaa belajar hitung, baca, salat dan lain sebagainya. Dulu masa TK aku tipikal anak pendiam dan pemalu. Tapi jangan salah! Karena dulu aku cantik dan imut (hahaha mulai dah over-nya) ramai orang mau berkawan dengan aku. Guru favoritku saat itu adalah ibu Siti. Coz what? She was a pretty woman I ever met, she was kind, she teached us softly and patiently and I love her. May Allah always blessing her, wherever she is. Aamiin. Tentunya yang paling unforgettable adalah sahabat kecilku, Kaka Dia. The clever and cutest friend ever. Setiap tempat, sekolah atau di manapun kita berada pasti dan gak akan pernah terlewatkan gelaran si pintar, si cantik, si centil, si ganteng dll. Dan beruntungnya aku masa itu bisa bersahabat dengan si pintar dan si cantik di TK-ku. Hehehe. Sekarang ntah apa kabarnya..semoga kaka Dia selalu dalam keadaan baik. Aamiin..meskipun kawanku pintar2 aku lain dari mereka yang suka bolos karena ikut mamah dan bapak dagang ke luar kota. Padahal sekolahku tepat berada dibelakang rumah ga perlu diantar-jemput pun boleh. Tapi rasa malas sekolah dan lebih ingin dekat orangtua lebih menggebu daripada belajar senang ria dengan teman2. (perlahan kalian kenal sifatku kan).
1. Wisuda TK Al-Misbach (2006)
Second, Sekolah Dasar Negeri Tanjungsari 1 (SDN Tanjungsari 1) adalah the next step of my education. Gara-gara pas TK jarang sekolah hasilnya masuk SD aku belum bisa menghitung (operasi bilangan kalibataku. Oh my oh my! Mamah tentunya marah padaku. Katanya dulu selalu dalam ingatanku "maenya ngitung kieu wae teu bisa!? Euh rupa belet tapi bodo" (artinya: masa hitung gini aja gak bisa!? Dasar anak 'pinter'. Wkwkwk) padahal saat itu guru SD kasih PR matematika penjumlahan doang hahaha. Pokoknya masa SD paling golden memories banget deh. Mulai dari aku dilempar penghapus board sama wali kelas killer (kelas 1). Jadi anak tanpa suara alias malu ngomong sama orang (kelas 2) sampe orangtua dipanggil gara2 kalo setiap pelajaran yang berhubungan tampil di depan kelas, aku automatically jadi tuna rungu alias bisu. Cerita mistis sekolah yang bikin semangat sekolah dan banyak teman baru pindahan dari sekolah lain yang mengubah hidupku dari pendiam jadi pendengar kadang ikut cerita (kelas 3), jadi anak tomboy dan mendadak pinter bahasa indonesia (kelas 4), mendadak suka bahasa inggris dan masuk peringkat 10 besar (kelas 5), banyak konflik pertemanan sekaligus cinta monyet (kelas 6)...dari 6 tahun perjalanan waktuku saat itu, aku menemukan bebarapa sahabat. Salahsatu dari mereka masih ada komunikasi tapi tak seberapa sering. Dannnnnn...karena kebodo amatanku terhadap the next level alias sekolah tingkat lanjut..saat Ujian Nasional aku gagal mendapat nilai yang cukup untuk masuk sekolah favorite dikalangan masyarakat...so sad and Paboo!😢
2. Selesai belajar diskusi kelas V-C (2011)
Third, Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Tanjungsari (SMPN 2 Tanjungsari) adalah the next level yang aku pijak dulu. Sekolah ini sekolah fav ke-2 didaerahku. Ini secret yang sekarang udah ga jadi secret lagi dan semoga secret ini tidak kalian tiru dan mohon jadikan pelajara bagi kalian ya readers. Saat aku menggenggam nilai hasil ujian keputus asaan bukan hanya ada padaku. Mamah, bapak dan kakak2ku semua kecewa. Padahal aku udah belajar sebisa mungkin bahkan ikut les privat juga. Dan lagi si 'bodo amat' Ini menggeranyang dalam diriku. Selama masa libur itu aku hanya habiskan waktu nonton film Spongebob dan film kartun lainnya, makan kemudian tidur, tak peduli mau lanjut sekolah kah tidak (fiuhh). Akhirnya bapak turun tangan. Dia pergi ke sekolah itu dan berbincang dengan salahsatu pengelolah sekolah. Intinya aku masuk dengan cara menyogok. (Naudzubillah, ampuni dosa hamba yaaRabb) dan akhirnya aku lanjut sekolah. Di sekolah ini banyak perubahan pada diriku. Mulai dari aku yang culun dan bodo amat menjadi aku yang suka belajar. You know why? Hmm..it coz the power of Bucin, means Budak Cinta. Itulah keistimewaan cinta. Ia bisa merubah manusia bahkan dunia. Mawar yang berduri menjadi symbolic manis karena cinta. Cokelat yang pahit menjadi giung karena campuran susu cinta. Batu karang yang keras menjadi rapuh karena deburan ombak cinta (eakeakeak). Yang tadinya hanya peringkat 10 besar melompat jauh menuju bilangan 3 karena si pujaan hati minat gadis pandai otak cerdas. (uhuyyy) my first love. Hahahaduhayy. Tapi ini true story. Aku menyukai anak wali kelasku sendiri. Awalnya aku taruhan dengan teman sebangkuku untuk mendekati sebut saja "boy" haha bukan si boy dalam film catatan si boy yaa..berawal dari iseng jadi beneran seneng. Aku mengorek informasi tentang si boy sampe aku minta bantuan sama kakak kelasku sekaligus sahabatku teh Sita❤ dia sahabat terdabest pokoknya. Pendek cerita dengan bantuan teh Sita aku dekat dengan si boy. Aku banyak berubah karena boy. Aku semangat belajar, rajin mandi dan semangat mengikuti ekskul karena dia. Namun sayang..aku mengalami patah hati diusia terlalu dini. Dia punya tambatan hati sendiri dan perempuan yang dia suka jauh lebih baik dari aku. Huaaaaaaaakkk..saat itu emang nyesek banget. Dasar bucin! Tapi poin perubahan itu tidak berubah. Aku mulai suka belajar, ekskul, bersosial, pokoknya segala kegiatan positif deh. Di sekolah ini aku menemukan sahabat yang sampe kapanpun akan jadi sahabat selamanya. Silvi. I know..sekarang dia baik2 saja dan dirumahnya sedang mengalami krisis air. Masa SMP adalah masa bermulanya pendidikanku. Meski pada akhirnya aku gagal lagi untuk melangkah ke next level🙈😂 dah jangan tanya kenapa! Ini kejadiannya hampir sama kayak level sebelumnya-__- I've tried my best but the result still nothing. Dari sinila kenapa aku benci tempat di mana aku berada saat itu. I felt frust. I blamed all the things I want. I mad and I sad. Aku coba ujian mandiri tapi hasilnya pun tetap gagal."yaudahlaa masuk swasta aja" kalimat itu terlontar dari bibirku dengan suara bergetar tak tahan ingin menangis. Kukira mamah dan bapak akan marah lagi kayak dulu. Tapi saat itu bapak merangkulku dan menyuruhku membuat keputusan sendiri. Sweet kan..dengan berbagai pertimabangan dan perasaan kalut aku memutuskan untuk menghilang dari muka bumi Sumedang (eak) alias aku sekolah diluar kota masuk ke kampung. Wkwkwk. Yap, aku memutuskan untuk lanjut sekolah di kampung halaman mamah yang berada diujung selatan provinsi Jawa Barat.
3. Ujian Praktek Basa Sunda kelas IX-G (2015)
Fourth, Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sindangbarang adalah satu2nya SMA negeri yang berada di ujung selatan. Meskipun nan jauh dimato sekolah ini banyak prestasinya juga. Gurunya pun punya kredibilitas tinggi. Sekurang-kurangnya kami boleh bersaing dengan anak-anak kota. Bersekolah di sini adalah masa penyesalan tak terhingga atas waktu yang aku sia-siakan selama ini. Di sini aku banyak belajar yang pasti bukan belajar kurikuler wkwkwk. Aku juga mendapat sahabat hidup di sini. Mereka mengajakku lebih dekat dengan-Nya. Mula-mula bersekolah di sini aku tidak suka lingkungan sekitarku. Aku hanya fokus pada alat canggil bernama 'ponsel'. Bebarapa bulan pertama aku hanya berteman dengan Silvi, teman SMPku. Aku tidak mau berteman dengan teman kelasku. Mereka sombong, norak, pokoknya gak banget deh. (sorry itu dulu kok, sekarang I love u somay all) aku memang orang yang sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. Maka dari itu awal kemunculanku seringkali jadi bahan bullying orang2 rese'. Masa orientasi yang bisa dibilang seru bisa juga dibilang annoying. Serunya pas masa perkemahan dipedalaman desa yang luar biasa pemandangannya indah masyaaAllah. Annoying-nya ribet aja sama intruksi2 panitia. Coba bayangin deh! Kamu ada diantara gerombolan orang yang udah akrab dari lama dan kamu satu-satunya spesies berbeda diantara mereka. Yang lain punya teman chit-chat membahas cerita personalnya sedangkan kamu hanya bertemankan tembok (dinding) dingin dan kesepian. So pity. Tenang! Masa malangku di sekolah ini tidak lama. Semua lenyap setelah masa orientasi berakhir. Aku mulai mengenal beberapa teman. Gita, gadis yang berela hati membagi bangku kosong disebelahnya adalah orang pertama yang sudi berteman denganku. Dia baik, cantik dan mungil. Tubuhnya memang mungil, dia bilang memang sudah keturunan. Hehehe. Oh ya! Setelah masa orientasi semua siswa diberi kesempatan memilih ekstrakurikuler yang ingin diikuti. Sayangnya aku tak seberapa minat ikut kegiata yang ada. Aku pilih asal aja, English Learning Forum (ELF). Eh, Pramuka juga deng. Dikarenakan sekolah ini sekolah ter-favorit sejagat pesisir pantai Cianjur Selatan. Sebuah organisasi yang di dalamnya ada pasukan bala tentara eh maksudnya pasukan baris-berbaris alias PASKIBRA dimandatkan pihak kecamatan setempat untuk menjadi PASKIBRAKA Kecamatan Sindangbarang. So, thats why we are special. Eventhough, there are so many school want to be like us. Jadi gini, intinya sekolah mengadakan seleksi acak bagi siswa baru untuk diberi kesempatan join dengan pasukannya. Bagi sesiapa yang worth it dan beruntung. Mau tidak mau aku juga ikut seleksi dengan bekalan pengalaman ekskul paskibra di SMP selama -3tahun. Can you guess it? Jelas aku lulus (dah mulai lagi dah). Dari satuan manapun kalian berada yang namanya anak Paskib itu dah pasti famous. Setuju gak? So, pasti. Then, dari situlah aku famous. Ditambah lagi dengan terpilihnya aku jadi komandan pleton (danton). FYI : https://youtu.be/NnL3GKr9C5o . Dari hati paling dalam sama sekali bukan menyombongkan diri. Just wanna show the fact of me. Aku dari kampung dan ini aku. Just like that. Ok next. 3 tahun masa putih abuku memang sangat gila dan penuh ujian. Mulai jadi danton, wakil ketua OSIS, terpaksa jadi ketua OSIS, ikut berpolitik, ikut lomba tapi ga pernah menang. Ada deh satu juara harapan 3 monolog tingkat kabupaten dengan masa prepare 3 hari 2 malam. Itupun sudah lebih dari cukup menguras emosi. Kisah kasih di sekolah, belajar ngaji, nenekku meninggal, tinggal dirumah sendirian, pantai tempat bersantai, kemah dipantai, jadi cewek galak banyak lagi kenangan gila. Pelajaranku? Tentu aku suka belajar. Aku masuk jurusan MIPA dan aku tidak suka kesemua pelajaran MIPA. Aku rasa kan, aku salah jurusan. Hahaha. Bodo Amat!
4. Hari kelulusan SMAN 1 Sindangbarang (2018)
Last, aku lulus SNMPTN 2018. Wall plans and I. Lain dengan diriku yang dulu. Aku persiapkan bekal untuk menuju next level dengan beberapa rancangan. Semester 3 kulekatkan selembar karton putih yang ku jadikan wall plans kegiatanku sehari2 dan target capaianku. Semua perasaan bahagia, sedih, bimbang dan kalut kutuangkan dalam wall plans yang ada tak lupa notebook pun terisi penuh. Segala langkah aku jalani untuk bertahan ditempatku berada meski berbagai badai menerjang membawa pulang. Seringkali aku ingin pulang. Di manapun kita berada tanggungjawab adalah tanggungjawab. Menjadi seorang pengurus organisasi besar di sekolah mengharuskan tetap seimbang dengan pelajaran dikelas, sedangkan aku ini perempuan yang juga manja. Entah mimpi jadi apa aku sampe bisa berada dititik ini...ingat! Segala sesuatu ada sebab akibat dan tak ada yang kebetulan bukan? Sampai dipenghujung masa jabatan dan menuju pula penghujung masa putih abu aku bergegas meninjau ulang wall plansku yang ku impikan dan kudoakan agar jadi kenyataan. Setelah semua lepas. Aku dirangkul sahabatku. Sihar. Katakan yang aku ini belajar berhijrah. Aku mulai menggauli ilmu spiritual. Ini yang membuatku menyesal tak terhingga. Aku terlambat sadar. Aku mulai menjauhi teman2ku yang menurutku tidak sesuai. Bukankah hijrah itu berarti berpindah dari keburukan menuju kebaikan? Aku menggunakan alasan itu untuk menjauhi teman2ku yang hobi rumpi dan berbaur dengan anak cowok. (jangan dulu judge) so selain itu aku lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, salat wajib, salat sunnah, puasa, tadarus, menghafal suratul Ar-Rahman, ikut kajian online. Dengan nuansa ramadan keinginanku berhijrah semakin membuncah. Oh iya. Soal pendidikan, sebelum dan sesudah berbagai ujian sekolah terselesaikan aku dan teman2ku mendiskusikan soal langkah2 menuju next level dengan wakasek kurikulum kami. Meminta arahan mengikuti tes program SNMPTN maupun jalur lainnya. Diantara teman2ku, aku yang paling antusias mengenai hal ini bahkan aku sudah bertanya soalan yang sama sejak awal semeter 4 dulu. Aku benar2 merencanakannya dengan baik. Segala usaha yang baik harus diiringi doa yang rajin dan ikhlas. Betul tidak kawan2? Next, segala proses kujalani dengan teman2ku. Sempat terjadi tragedi di mana salahsatu temanku terlambat satu langkah yaitu verifikasi. Namun kita sama2 berdoa agar mendapat jalan terbaik. Finally all of us terdaftar sebagai peserta SNMPTN. Belum final sih...hahahaa..aku merasa ingin lebih rajin ibadah..karena sudah tidak ada kegiata disekolah akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke Sumedang. Lagi-lagi bapak sakit. Selama pulang aku bantu mamah mengurus bapak. Semua kulakukan atas dasar ibadah lillahi ta'alaa. Jujur kadang ti rasa penat karena setiap pulang ke rumah aku hanya jadi pengganti mamah untuk merawat bapak. Namun apa daya aku harus jadi anak yang berbakti. Kali ini bapak tidak dirawat dirumah sakit. Setidaknya aku sedikit bersantai dirumah. Selasa, 17/4/2018. Tepat pukul 18.45 aku mengakses link pengumuman.snmptn.ac.id kuasa ilahi dengan segala usaha dan doaku aku bersujud atas rasa syukurku. Aa (abang)ku yang menyaksikan pengumuman itu disampingku langsungku peluk erat. Hasilnya aku mendapat form hijau yang menyatakan aku lolos mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional 2018 dengan program studi kesehatan masyarakat di Universitas Islam Negeri Jakarta (UIN Syarif Hidayatullah). Allahu Akbar!
Karena tak percaya, ku cek ulang dilink https://news.detik.com/pdf/hasil-snmptn-2018 tepat pada halaman ke-688 barisan ke-38 terpampang namaku yang selengkap2nya. Tiada diksi mampu terlisankan selain kata syukur atas nikmat kebahagian ini yaaRabb..ini hal terindah yang aku dapatkan di tahun 2018. Dengan doa dan izinNya aku dapat menggapai destinasiku.
Tips lolos SNMPTN ala Syahida:
1. Tentukan tujuanmu, temui passionmu
2. Lihat indeks sekolah
3. Tentunya perkembangan nilai raport
4. Adakah alumni sekolah di Univ tujuanmu kalau ada bisa menambah poin,
5. Buat ancang-ancang target terdekat
6. Buat beberapa plan masa depanmu
7. Lakukan apa yang kamu rancang, perlahan saja
8. Dari ke-7 langkah iringi ibadah yang ikhlas dan mintalah kemudahan pada Tuhan.
9. JANGAN RAGU!
Btw, sekarang ini aku bekerja disalahsatu pabrik di negara jiran (pasti taulaa di mana😁). It means, saat itu aku tidak diberi kesempatan untuk kuliah. Alah...intinya gw gak ambil kelulusan SNMPTN yang udah gw dapetin. Please, dont judge! Semua ada alasan😉 mau tau alasannya? Pantengin terus my blog okay👌
"Aku tidak tahu dimana ujung perjalanan ini, aku tidak bisa menjanjikan apapun. Tapi, selama aku mampu, mimpi-mimpi kita adalah prioritas." - Fiersa Besari
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...






Komentar
Posting Komentar